RS Dewi Sri Karawang

Anak Kejang Saat Demam? Jangan Panik, Ayah Bunda! Kenali Kejang Demam dan Cara Menanganinya

ARTIKEL - KEJANG DEMAM

Melihat buah hati tiba-tiba mengalami kejang saat suhu tubuhnya melonjak pasti menjadi momen yang sangat mengkhawatirkan bagi orang tua. Namun, tahukah Anda bahwa kejang demam sebenarnya cukup umum terjadi pada anak-anak?

Mari kita bedah secara mendalam apa itu kejang demam dan langkah apa yang harus dilakukan agar Ayah dan Bunda tetap tenang saat menghadapinya.

Apa Itu Kejang Demam?

Kejang demam (step) adalah kejang yang dipicu oleh kenaikan suhu tubuh secara mendadak (biasanya di atas 38°C). Kondisi ini umumnya menyerang anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.

Penting untuk dicatat bahwa kejang ini terjadi bukan karena infeksi otak atau kelainan saraf, melainkan karena otak anak yang masih berkembang sangat sensitif terhadap lonjakan panas tubuh akibat infeksi virus atau bakteri biasa (seperti flu, infeksi telinga, atau radang tenggorokan).


 
Mengenali Gejala Kejang Demam

Gejala kejang demam seringkali muncul secara tiba-tiba:

  • Tubuh anak menjadi kaku atau tersentak-sentak.
  • Mata mendelik ke atas atau kehilangan kesadaran sementara.
  • Demam tinggi (suhu tubuh meningkat cepat).
  • Setelah kejang berhenti, biasanya anak akan tampak lemas atau mengantuk.
Sederhana vs Kompleks: Apa Bedanya?

Dokter biasanya membagi kejang demam menjadi dua kategori:

  1. Kejang Demam Sederhana: Kejang seluruh tubuh, berlangsung singkat (kurang dari 15 menit), dan tidak berulang dalam 24 jam. Ini adalah jenis yang paling sering terjadi.
  2. Kejang Demam Kompleks: Kejang berlangsung lebih dari 15 menit, terjadi pada sebagian tubuh saja, atau berulang lebih dari satu kali dalam sehari.

 

Pertolongan Pertama: Panduan Bagi Orang Tua

Jika si kecil mengalami kejang, kunci utamanya adalah TETAP TENANG. Ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Baringkan di Tempat Aman: Letakkan anak di permukaan yang datar dan jauhkan dari benda tajam atau berbahaya.
  2. Posisi Miring: Miringkan posisi tubuh anak agar ia tidak tersedak jika ada ludah atau muntahan.
  3. Jangan Masukkan Benda Apapun: DILARANG memasukkan sendok, kayu, atau jari ke mulut anak karena bisa melukai gusi atau menghambat jalan napas.
  4. Longgarkan Pakaian: Terutama di area leher agar pernapasan tetap lancar.
  5. Catat Waktunya: Perhatikan berapa lama kejang berlangsung.

 

Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?

  • Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit.
  • Jika kejang terjadi berulang dalam waktu singkat.
  • Jika anak tampak sulit bernapas atau tidak segera sadar setelah kejang berhenti.
Faktor Risiko dan Pencegahan

Anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami kejang demam jika memiliki riwayat keluarga (faktor genetik) atau sering mengalami demam tinggi yang naik secara mendadak.

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Sediakan termometer di rumah untuk memantau suhu tubuh anak saat ia mulai tampak sakit.
  • Berikan obat penurun panas (seperti paracetamol) sesuai dosis dokter saat suhu tubuh mulai naik.
  • Kompres air hangat di area ketiak dan lipatan paha.
  • Pastikan anak minum cukup cairan agar tidak dehidrasi.

 

Kesimpulan

Meski terlihat menakutkan, sebagian besar kejang demam tidaklah berbahaya dan tidak memengaruhi kecerdasan anak di masa depan. Pengetahuan orang tua tentang pertolongan pertama adalah perlindungan terbaik bagi si kecil.

KEJANG DEMAM IMAGE1

Sumber Referensi (2023–2024):

  • World Health Organization – Childhood Febrile Illness Guidelines (2023)
  • Centers for Disease Control and Prevention – Febrile Seizures (2024)
  • Mayo Clinic – Febrile Seizures Overview (2023)
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) – Pedoman Kejang Demam pada Anak (2022)
  • National Health Service – Febrile Seizures (2024)
Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *