RS Dewi Sri Karawang

Pasca Total Hip Replacement (THR), Ini Posisi yang Perlu Diperhatikan Selama Masa Pemulihan

Menjalani Total Hip Replacement (THR) merupakan salah satu tahapan dalam penanganan kondisi tertentu pada sendi panggul. Setelah tindakan dilakukan, masa pemulihan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan agar proses penyembuhan berjalan optimal.

Selama 6–12 minggu pertama, pasien biasanya perlu lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama saat duduk, tidur, berdiri, maupun menggerakkan kaki. Beberapa posisi dan gerakan tertentu perlu dihindari sesuai dengan instruksi dokter dan fisioterapis yang menangani pasien.

Mengapa posisi tubuh perlu diperhatikan setelah operasi panggul?

Setelah penggantian sendi panggul, jaringan di sekitar sendi masih membutuhkan waktu untuk mengalami proses penyembuhan. Gerakan tertentu, terutama membungkuk terlalu dalam, menyilangkan kaki, atau memutar tubuh secara tiba-tiba, dapat memberikan tekanan yang tidak diinginkan pada panggul.

Karena itu, pasien perlu memperhatikan cara duduk, tidur, berdiri, berjalan, hingga melakukan aktivitas sehari-hari. Instruksi dari dokter dan fisioterapis tetap menjadi acuan utama karena jenis operasi dan kondisi setiap pasien dapat berbeda.

Hindari menekuk panggul lebih dari 90 derajat

Salah satu aturan yang umum diberikan setelah operasi penggantian sendi panggul adalah menghindari posisi ketika panggul menekuk lebih dari 90 derajat. Posisi ini dapat terjadi ketika pasien duduk terlalu rendah, membungkuk untuk mengambil sesuatu dari lantai, atau membawa lutut terlalu tinggi mendekati dada.

Untuk membantu menjaga posisi yang lebih aman, gunakan kursi yang cukup tinggi dan kokoh. Saat duduk, usahakan posisi lutut tidak lebih tinggi daripada panggul. Hindari pula kursi atau sofa yang terlalu rendah karena dapat membuat panggul menekuk terlalu dalam.

Jangan menyilangkan kaki

Menyilangkan kaki, baik ketika duduk maupun berbaring, sebaiknya dihindari selama masa pemulihan sesuai instruksi dokter. Gerakan tersebut dapat membuat kaki yang dioperasi bergerak melewati garis tengah tubuh.

Saat tidur, pasien dapat menggunakan bantal di antara kedua kaki jika dianjurkan oleh dokter atau fisioterapis. Cara ini dapat membantu menjaga posisi kaki agar tetap sejajar dan tidak saling menyilang.

Hindari memutar panggul secara tiba-tiba

Pergerakan memutar tubuh dengan bertumpu pada kaki yang telah dioperasi juga perlu dihindari. Ketika ingin berbalik arah, lakukan dengan langkah-langkah kecil sehingga tubuh dan kaki ikut bergerak secara bertahap, bukan memutar panggul secara mendadak.

Kebiasaan sederhana ini penting diperhatikan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk ketika berjalan, berdiri, mengambil barang, maupun berpindah posisi.

 

Posisi tidur yang perlu diperhatikan

Posisi tidur juga menjadi bagian penting dalam pemulihan. Pada sebagian pasien, tidur telentang dianjurkan selama periode awal setelah operasi. Penggunaan bantal di antara kedua kaki dapat membantu menjaga posisi kaki tetap aman.

Namun, aturan mengenai posisi tidur dapat berbeda berdasarkan kondisi pasien, jenis operasi, dan instruksi dokter. Karena itu, jangan mengubah posisi tidur yang dianjurkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis.

Gunakan kursi yang tepat saat duduk

Pilih kursi yang kokoh dan memiliki ketinggian yang cukup. Kursi dengan sandaran dan pegangan tangan juga dapat membantu pasien saat akan duduk maupun berdiri.

Hindari duduk terlalu lama pada kursi atau sofa yang rendah dan terlalu empuk. Selain berpotensi membuat panggul menekuk terlalu dalam, kondisi tersebut juga dapat menyulitkan pasien ketika akan berdiri kembali.

Perhatikan posisi saat menggunakan kamar mandi

Kamar mandi merupakan salah satu area yang perlu mendapat perhatian karena permukaan yang basah dapat meningkatkan risiko terpeleset dan jatuh.

Gunakan dudukan toilet dengan ketinggian yang sesuai dan, bila diperlukan, gunakan pegangan untuk membantu menjaga keseimbangan. Saat mandi, gunakan fasilitas atau alat bantu yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Hindari posisi jongkok atau membungkuk terlalu dalam jika hal tersebut membuat panggul melewati batas gerakan yang dianjurkan.

Tetap bergerak sesuai anjuran tenaga medis

Menjaga posisi panggul bukan berarti pasien harus terus berbaring dan tidak bergerak. Aktivitas seperti berjalan secara bertahap dan latihan yang diberikan oleh fisioterapis justru menjadi bagian dari proses pemulihan pada banyak pasien. Intensitas dan jenis latihan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Jangan memaksakan aktivitas atau latihan di luar kemampuan dan jangan melakukan gerakan yang belum diizinkan oleh dokter atau fisioterapis.

Kapan harus berkonsultasi kembali?

Setiap pasien memiliki kondisi dan proses pemulihan yang berbeda. Apabila muncul keluhan yang mengkhawatirkan setelah operasi, termasuk nyeri yang semakin berat, kesulitan bergerak, atau masalah lain pada area operasi, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan yang menangani Anda.

Yang tidak kalah penting, ikuti jadwal kontrol dan program fisioterapi yang telah diberikan. Evaluasi berkala membantu tenaga kesehatan memantau perkembangan pemulihan dan menentukan kapan aktivitas dapat ditingkatkan secara bertahap.

Kesimpulan

Pemulihan setelah operasi penggantian sendi panggul membutuhkan perhatian terhadap berbagai gerakan dan posisi tubuh, terutama pada minggu-minggu awal. Hindari menekuk panggul lebih dari 90 derajat, menyilangkan kaki, serta memutar panggul secara tiba-tiba apabila hal tersebut termasuk dalam aturan pemulihan yang diberikan kepada Anda.

Gunakan kursi dengan ketinggian yang sesuai, perhatikan posisi saat tidur dan beraktivitas di kamar mandi, serta lakukan latihan sesuai arahan dokter dan fisioterapis.

 


“Ingat, setiap pasien dapat memiliki instruksi pemulihan yang berbeda. Jadikan arahan dokter dan fisioterapis yang menangani Anda sebagai pedoman utama selama masa pemulihan.”


 

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *